Rabu, 22 Juli 2020

MATERI ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN XI TKJ

ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN 

Jakarta, Rabu 29 Juli 2020


A. PENGERTIAN ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN 

 1. Pengertian Administrasi Infrastruktur Jaringan 

                Network infrastructure atau infrastruktur jaringan merupakan sebuah kumpulan sistem komputer yang saling berhubungan, dihubungkan oleh berbagai macam bagian dari sebuah arsitektur telekomunikasi. Secara khusus, infrastruktur ini mengacu pada organisasi dan berbagai bagian konfigurasi dari jaringan komputer individu sampai pada router, kabel, wireless access point, switch, backbone, network protocol, dan network access methodologies.

            Infrastuktur dapat berupa infrastruktur terbuka (open) atau infrastruktur tertutup (close). Contoh infrastuktur terbuka adalah internet, adapun contoh dari infrastruktur tertutup adalah private intranet. Infrastruktur tersebut dapat beroperasi melalui koneksi jaringan kabel atau jaringan wireless, atau kombinasi antara keduanya. 

2. Keuntungan Konfigurasi Mode Infrastruktur 

            Keuntungan pada konfigurasi mode infrastruktur antara lain sebagai berikut. a. Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah melakukan manajemen jaringannya dan komputer klien dapat mengetahui bahwa di suatu tempat ada sebuah perangkat atau komputer yang memancarkan sinyal AP dari sebuah jaringan. b. Bila mengunakan perangkat khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan setiap waktu untuk melayani klien pada jaringan. 

           Umumnya perangkat AP dapat dihubungkan langsung ke sebuah switch atau sebuah jaringan LAN. Sehingga dapat menghubungkan komputer yang menggunakan Wi-Fi untuk dapat masuk ke dalam sebuah jaringan. c. Sistem keamanan pada AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah perangkat AP memiliki beberapa fitur seperti melakukan pemblokiran IP atau MAC address, membatasi pemakai pada port dan lain-lain.


B. PENGERTIAN VLAN 

1. Pengertian VLAN 

        Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. VLAN dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. 

VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Supaya komputer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap komputer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port. Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logika dihubungkan satu sama lain. 

            Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logika berdasarkan fungsi, departemen atau project team. Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal tetapi lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. 

            VLAN mengizinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama. Konfigurasi VLAN itu sendiri dilakukan melalui perangkat lunak (software), walaupun komputer tersebut berpindah tempat, tetapi tetap berada pada jaringan. VLAN dapat juga melakukan segmentasi jaringan switch berbasis pada fungsi, departemen maupun tim proyek. Kita dapat juga mengelola jaringan kita sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama walaupun berada dalam lokasi yang berbeda. 

2. Perbedaan LAN dengan VLAN

            LAN adalah sebuah jaringan area lokal yang didefinisikan dan dinaungi oleh alamat network dan alamat broadcast yang sama. Perlu Anda ingat juga bahwa pada perangkat Router akan menghentikan traffic broadcast apapun itu protocolnya, tetapi pada switch akan secara otomatis meneruskannya berhubungan walaupun terpisah secara fisik. 

            VLAN atau Virtual LAN yaitu sebuah jaringan LAN yang secara virtual dibuat di sebuah switch. Pada switch standard biasanya akan meneruskan traffic dari satu port ke semua port yang lain ketika ada traffic dengan domain broadcast yang sama melewati port tersebut. Pada switch yang khusus, dapat digunakan pada beberapa LAN yang berbeda dengan ID yang berbeda di tiap portnya, dan hanya akan meneruskan traffic ke port-port yang memiliki id yang sama. Switch type khusus ini sebenarnya sudah secara otomatis memasang VLAN di dalamnya (vlan id=1) yang beranggotakan semua port yang ada. 

            Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network (LAN) dengan Virtual Local Area Network (VLAN) adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan.



=========================================================================

MATERI LANJUTAN  - ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN

RABU, 12 AGUSTUS 2020


  • Terminologi di dalam VLAN Berikut ini adalah beberapa terminologi di dalam VLAN. 
a. VLAN Data VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa datadata yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN. 

b. VLAN Default Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus. 

c. Native VLAN Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. Port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN. 

d. VLAN Manajemen VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP. 

e. VLAN Voice VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara.

  • Tipe VLAN dalam Konfigurasi 
Terdapat tiga tipe VLAN dalam konfigurasi, yaitu sebagai berikut : 

a. Static VLAN 
Pada static VLAN, port switch dikonfigurasi secara manual. 
Konfigurasi: 
SwUtama#config Terminal 
Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z. 
SwUtama(config)#VLAN 10 
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa 
SwUtama(config-vlan)#exit 
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/2 
SwUtama(config-if)#switchport mode access 
SwUtama(config-if)#switchport access VLAN 10 

b. Dynamic VLAN 
Mode ini digunakan secara luas dalam jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c. Voice VLAN 
Port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung. 
Konfigurasi: 
SwUtama(config)#VLAN 120 
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Voice 
SwUtama(config-vlan)#exit 
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/3 
SwUtama(config-if)#switchport voice VLAN 120

  • Implementasikan VLAN 
Anda memerlukan VLAN ketika kondisi jaringan Anda sebagai berikut. 
a. Memiliki lebih dari 200 node perangkat di dalam jaringan Anda. 
b. Banyak terjadi traffic broadcast di jaringan Anda. 
c. Anda ingin membagi beberapa user Anda menjadi grup-grup tersendiri untuk meningkatkan keamanan. 
d. Mengurangi traffic broadcast yang banyak disebabkan oleh serangan virus dan program pengganggu lain yang akan memporak porandakan jaringan Anda atau Anda hanya ingin membuat beberapa virtual switch dari switch yang sudah ada.

  • JENIS VLAN
1. Jenis VLAN berdasarkan Pemberian Membership

Berdasarkan perbedaan pemberian membership, VLAN dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.

a. Port Based 
Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP). 

b. MAC Based 
Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Setiap switch memiliki tabel MAC Address untuk setiap komputer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada 

c. Protocol Based 
Karena VLAN bekerja pada layer 2 (OSI) maka dapatdilakukanpenggunaan protokol (IP dan IP Extended) sebagai dasar VLAN. 

d. IP Subnet Address Based 
Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN 

e. Authentication Based 
Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol 802.1x.

  • Jenis VLAN berdasarkan Tipe Koneksi 
Adapun berdasarkan tipe koneksi, VLAN dapat dibagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut :
 a. Trunk Link. 
b. Access Link. 
c. Hibrid Link (Gabungan Trunk dengan Access)

  • PRINSIP KERJA VLAN
1. Filtering Database 
Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Isi dari filtering database antara lain sebagai berikut :

a. Static Entries 
1) Static Filtering Entries 
Memilah apakah suatu data akan dikirim atau dibuang atau bahkan dimasukkan ke dalam dinamic entries. 
2) Static Registration Entries 
Memilah apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab terhadap jaringan VLAN tersebut.

b. Dynamic Entries 
1) Dynamic Filtering Entries 
Memilah apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang.

2) Group Registration Entries 
Memilah apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau tidak. Dynamic Registration Entries memilah port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN.

  • TAGGING   
Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan tujuan data tersebut (VLAN tujuan). Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja (user tujuan). Di dalamnya berisi format MAC Address. Adapun jenis dari tag header ada dua, yaitu sebagai berikut : 
a. Ethernet Frame Tag Header. 
b. Token Ring and Fiber Distributed Data Interface (FDDI) tag header.



=========================================================================
MATERI ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN 

RABU, 26 AGUSTUS 2020

MEMBANGUN LAN DENGAN CATALYST CISCO


Sistem operasi yang digunakan dalam router Cisco dan Cisco Catalyst adalah IOS. Meskipun sejarah menyatakan bahwa teknologi yang diusung oleh switch Cisco versi awal menggunakan OS tersendiri yang disebut dengan CatOS atau Catalyst OS. Namun, kini seri terbaru Cisco Catalyst sudah menggunakan teknologi IOS. Berikut ada enam penjelasan tentang versi IOS mulai dari seri 12.X.

 

1.   1Mainline, salah satu jenis IOS yang paling stabil dibandingkan pendahuluannya dan sangat cocok digunakan pada beberapa jenis kebutuhan dan kompleksitas jaringan.

 

2.     2. T,kependekan dari istilah Technology Train. Versi  ini adalah generasi munculnya beberapa fitur baru dan kelemahannya adalah melakukan pengembangan dan perbaikan bug atau error selama dalam tahap pengembangannya. Cisco sendiri tidak merekomendasikan tipe ini sebagai NOC karena kurang stabil.


3.   3. S,singkatan ini merupakan istilah bagi Service Provider yang memang sengaja diciptakan untuk mendukung layanan bagi para penyedia layanan jaringan dan telekomunikasi.

 

4.   4. E, singkatan dari Enterprise Train merupakan versi IOS yang diciptakan untuk mendukung implementasi teknologi jaringan dalam perusahaan.

 5. B,singkatan dari broadband train adalah versi IOS yang telah menyertakan fitur manajemen teknologi broadband pada internet.

 6. IOS XR, teknologi dalam versi IOS ini lumayan tinggi karena biasanya hanya ditemui pada beberapa vendor perusahaan telekomunikasi,seperti ISP atau Telkom. Salah satu kendalanya adalah mampu mengelola proses lalu lintas data yang relatif tinggi dan padat..

Dalam situs resminya,https:/www.cisco.com/en/us/products/ios-nx-os-software/ios-software-releases-listing.html  menyatakan bahwa versi IOS saat ini sudah mencari versi 15.X (saat ini versi 15.5)dengan tipe M&T dengan ketentuan sebagai berikut.

 

1.      Tipe M atau Extended Maintenance Release,memungkinkan vendor Cisco memberikan garansi perbaikan bug selama 44 bulan.

2.      Sementara itu,tipe T atau Standard Maintenance Release hanya menyediakan perbaikan bug selama 18 bulan.

Berikut adalah gambar penjelasan IOS versi 12.X dan 15.X yang diambil dari https:/www.ciscopress.com/articles.asp?p=2106547

 

TABEL JENIS COMMAND MADE


  • Standar Susunan Kabel Straight (Lurus)

Untuk standar urutan kabel straight susunan pada kedua ujung sama, yaitu:

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat

  • Standar Susunan Kabel Cross

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat
=========================================================================


RABU, 09 SEPTEMBER 2020

MATERI CISCO

  • Pengertian Cisco Packet Tracer beserta Fungsi nya 
Cisco Packet Tracer adalah sebuah software simulator tools jaringan cisco yang sering digunakan untuk latihan dan pembelajaran sebelum menggunakan perangkat aslinya, dan software ini dibuat langsung oleh Cisco Systems disediakan secara gratis untuk siswa dan juga network administrator. Anda bisa mengunduh langsung cisco di situs resminya Netcad Cisco Packet Tracer.

1. Kelebihan dan Kekurangan Cisco Packet Tracer

Tentunya semua software memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, berikut ini kelebihan dan kekurangan dari packet tracer.

  • Kelebihan:

  1. Pembelajaran akan lebih menarik karna mendia yang digunakan berupa icon-icon atau visual gambar jaringan seperti Router dan PC, masih banyak lagi.
  2. Tidak perlu menggunakan biaya besar dalam kegiatan pembelajaran, pembuatan jaringam.
  3. Dapat meningkatkan kreativitas seseorang dalam mengelola jaringan cisco pembelajaran dilakukan sendiri.
  4. Siswa akan mengeluarkan ide-ide menarik dengan membuat topologi jaringan yang ingin diselesaikan.
  5. Software gratis dapat didownload dan digunakan oleh siapa saja.

  • Kekurangan:

  1. Media yang ditampilkan adakalanya susah dipahami oleh siswa, perlu penyesuaian.
  2. Permasalahan yang diajukan adakalanya tidak sesuai dengan daya nalar siswa.
  3. Media yang ditampilkan memiliki komponen-komponen fisik yang terbatas 
  4. Untuk melatih alur kemampuan siswa untuk belajar media yang dilalui sangatlah sulit.
  5. Harus membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk belajar karna sulit dipahami, perintah-perintah yang dijalankan di CLI harus diingat-ingat.

2. Fungsi Cisco Packet Tracer

Fungsi Cisco Packet Tracer adalah untuk merancang sebuah sistem dan juga topologi jaringan yang akan diterapkan didunia nyata menggunakan prangkat asli cisco, jika membuat topologi jaringan komputer tanpa menggunakan aplikasi ini akan memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karna itu Cisco membuat aplikasi ini untuk media pembelajaran, tanpa membutuhkan biaya yang mahal. Namun ada beberapa dari mereka yang belajar sudah menggunakan packet tracer dan diterapkan langsung di coscp asli, seseorang siswa yang mampu mengerti cisco akan mendapatkan Cisco Networking Academy melalui setifikasi Cisco Cartified Network Assciate (CCNA). Berguna untuk peluang kerja di bagian jaringan.

Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.


FUNGSI – FUNGSI ICON :
1. Menu bar



A. File 
Didalam menu bar file terdapat 10 sub menu, diantaranya :
• New (Ctrl + N)
• Open (Ctrl + O)
• Open Sample (Ctrl + Shift +T)
• Save (Ctrl + S)
• Save As (Ctrl + Shift + S)
• Save As PKZ (Ctrl + Shift + Z)
• Save As Common Cartridge
• Print (Ctrl + P)
• Recent File 
• Exit 

B. Edit
Didalam menu bar edit terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Copy (Ctrl + C)
• Paste (Ctrl + V)
• Undo (Ctrl + Z)
• Redo (Ctrl + Shift + Z)

C. Option
Didalam menu bar options terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Prefences (Ctrl + R)
• User Profile (Ctrl + Shift + M)
• Algorithm Setting (Ctrl + Shift + M)
• View Command Log (Ctrl + Shift + V)

D. View
Didalam menu bar view terdapat 2 sub menu, diantaranya :
  • Zoom
    Zoom In (Ctrl + I)
    Zoom Out (Ctrl + U)
    Zoom Reset (Ctrl + T)
  •  Toolbars 
Toolbars Main 
Toolbars Right 
Toolbars Botton 
E. Tools
Didalam menu bar tools terdapat 2 sub menu, diantaranya :
·       Drawing Pallete (Ctrl + D)
·       Custom Devices Dialog
F. Extentions
Didalam menu bar extentions terdapat 4 sub menu, diantaranya :
·       Activity Wizard (Ctrl + W)
·       Multi User 
1.                  Listen (Ctrl + Alt + L)
2.                  Port Visibility (Ctrl + Alt + P)
3.                  Options (Ctrl + Alt + Y)
4.                  Save Offline Copy As (Ctrl + Alt + G)
·       IPC
1.                  Configure Apps (Ctrl + Shift + C)
2.                  Show active apps (Ctrl + Shift + Q)
3.                  Options (Ctrl + Shift + J)
4.                  Log (Ctrl + Shift + K)
·  Scripting 
1.                  Configure PT Script Modules
2.                  New PT Script Module
3.                  Edit File Script Module
4.                  Configure Global Custom Interfaces 
5.                  Configure File Custom Interfaces 
G. Help
Didalam menu bar help terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Contents                  • About  
• Tutorial 
• Report an Issue


2. Main Toolbar





Bar ini menyediakan ikon shortcut ke perintah menu File and Edit. Anda juga akan menemukan tombol Informasi Jaringan, yang dapat Anda gunakan untuk memasukkan deskripsi jaringan saat ini (atau teks yang ingin Anda sertakan).
• New (membuat lembar kerja baru)
• Open (membuka file yang sudah ada/ yang disimpan)
• Save (menyimpan)
• Print (mencetak hasil )
• Activity Wizard (untuk membuka aktivitas wizard)
• Copy (menyalin/mengcopy)
• Paste (penempel/pempaste)
• Undo (membatalkan perintah)
• Redo (membatalkan perintah undo) 
• Zoom In (memberbesar)
• Zoom Reset (mengembalikan ke ukuran semula)
• Zoom Out (memperkecil)
• Drawing palette (menggambar palet)
• Custom Devices Dialog (dialog perangkat kustom)
• Network Information (informasi jaringan) Dan  Content (konten)


3. Command Toolbar

Ini merupakan sebuah Bar yang menyediakan akses ke alat kerja ruang kerja yang umum digunakan.


4. Workspace 

Ini merupakan jendela kerja cisco packet tracer, atau lebih tepatnya Area ini merupakan sebuah tempat dimana kamu akan membuat sebuah gambaran jaringan, menonton simulasi, dan melihat berbagai jenis informasi dan statistik.



5. Network Component Box

Kotak ini berisi jenis perangkat dan koneksi yang tersedia di Packet Tracer. Kotak Seleksi Spesifik Perangkat akan berubah tergantung pada jenis perangkat yang Anda pilih.


Jenis icon yang berada di Network Component Box

Router

Router, pada bagian Router bisa diklik aja…terus untuk pilihan-pilihannya yang bisa digunakan sebelah kanan, penggunaannya bisa klik tahan dan tarik ke lembar kerja

Seperti yang telah kita ketahui, fungsi dari router adalah menghubungkan sebuah network yang berbeda atau ip class yang berbeda atau subnet atau gang yang berbeda…karena jika kita menggunakan sebuah hub / switch biasa, maka device atau computer tidak akan konek

Switch

Switch akan kita pakai untuk menghubungkan banyak  computer yang mempunyai port-port penyambungan. Ada yang 24,32 dibawahnya juga ada…kalau yang sering di pakai dipraktek itu yang nomor 2950-24




Kabel

Connections / Kabel – (a) Kabel Otomatis, (b) Kabel Straight, (c) Kabel Crossover
Lah, ini digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, missal computer dengan computer…computer dengan switch dll…ohya, kabel diantara (a) dan (b) itu kabel rollover gan…
Masalah penggunaannya, kapan kita menggunakan cross, dan kapan kita menggunakan straight…perhatikan keterangan dibawah ini…

Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, missal :
PC – Hub
PC – Switch
Router – Hub
Router – Switch
Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, missal :
Komputer – Komputer
Switch – Hub
Switch – Switch
Router – Router
Router – PC
Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan

6. Device–Specific Selection Box
Ini merupakan sub menu dari type device selection box, jadi setiap device pokok memiliki beberapa jenis device didalamnya. Kotak ini adalah tempat Anda memilih perangkat yang ingin Anda taruh di jaringan dan koneksi Anda.


Komputer

End Devices contohnya laptop, computer dan server
Nah gan, ini peralatan terakhir yang kita gunakan untuk menyambungkan sebuah jaringan computer. Pada point (a) Komputer, (b) Laptop, (c) Server nah, ketiga peralatan itu akan sering kita gunakan dalam praktek-praktek.


7.   User Created Packet Window 
Pada jendela ini merupakan tempat dimana kita dapat melihat hasil dari uji atau tes pengiriman paket “Add Simple PDU” apakan konfigurasi yang telah di jalankan sudah berhasil atau belum.

8.     Realtime/Simulation Bar
Pada menu ini kamu bisa beralih antara mode Realtime Mode dan Simulasi dengan tab pada panel ini. Bar ini juga menyediakan tombol untuk Power Cycle Devices dan Fast Forward Time serta tombol Play Control dan tombol Toggle List Daftar pada Mode Simulasi. Juga, ini berisi sebuah jam yang menampilkan Time relatif dalam mode Realtime Mode dan Simulasi

=========================================================================
RABU, 16 SEPTMEBER 2020

Pengertian Routing

Routing adalah proses pemilihan jalur terbaik yang digunakan untuk mengirimkan paket ke host tujuan atau host dan kemudian keputusan routing ini dibuat oleh hardware jaringan khusus yang disebut router yang meneruskan paket ke host tersebut. Routing juga dapat di artikan sebagai proses penggabungan beberapa jaringan agar dapat meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

- Fungsi Router

Mengacu pada penjelasan pengertian router di atas, fungsi utama dari setiap router adalah untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih agar dapat mendistribusikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

Secara lengkap, adapun beberapa fungsi router adalah sebagai berikut:

1. Router berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan sehingga user dapat mengirimkan paket data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya. Proses koneksi tersebut yaitu dengan mendistribusikan IP address kepada setiap komputer dalam jaringan, baik secara statis ataupun dengan DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol).

2. Fungsi router berikutnya adalah untuk mentransmisikan informasi atau data dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain dimana sistem kerjanya mirip seperti Bridge (jembatan jaringan).

3. Fungsi router yang lainnya adalah untuk menghubungkan suatu jaringan lokal dengan koneksi DSL (Digital subscriber line) atau yang lebih dikenal dengan DSL router.

Teknologi router saat ini sudah lebih canggih, dimana penggunaannya tidak hanya dengan menggunakan sambungan kabel LAN, tapi juga dengan teknologi wireless. Dengan begitu, maka sebuah router dapat terhubung pada semua perangkat komputer, laptop, dan gadget lainnya yang masih berada dalam jangkauan router tersebut.

- Berdasarkan Pengaplikasiannya

1. Router Aplikasi, yaitu suatu aplikasi yang dapat diinstal oleh user pada sistem operasi komputer sehingga sistem operasi komputer tersebut dapat bekerja layaknya router. Beberapa aplikasinya diantaranya;

  • Wingate
  • WinProxy
  • Winroute
  • Spygate

2. Router Hardware, yaitu hardware yang mempunyai kemampuan seperti router. Dengan kemampuan tersebut, hardware ini dapat digunakan untuk;

  • Membagi alamat IP (IP address)
  • Membagi jaringan internet di suatu wilayah, misalnya router sebagai acces point dan wilayah yang mendapat IP address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.

3. Router PC, yaitu suatu komputer dengan spesifikasi tinggi yang dimodifikasi sehingga dapat berfungsi sebagai router. Beberapa spesifikasi minimum yang harus ada pada komputer tersebut yaitu;

  • Prosessor Pentium II dengan hard drive 10 GB dan RAM 64.
  • Terdapat LAN Card.
  • Sistem operasi khusus router PC, Mikrotik.

- Berdasarkan Mekanismenya

1. Router Statis, yaitu router yang mampu untuk melakukan proses routing (penghalaan) dari suatu jaringan dimana prosesnya dilakukan secara manual oleh seorang administrator.

2. Router Dinamis, yaitu router yang dapat melakukan proses routing (penghalaan) dapat berjalan secara otomatis dan dinamis setelah melalui pengaturan oleh seorang administrator jaringan.

3. Router Wireless, yaitu router yang dapat bekerja tanpa menggunakan kabel karena hanya mengandalkan media udara untuk mengirimkan paket data.

=========================================================================

RABU, 14 OKTOBER 2020

 

Pengertian, Perbedaan Routing Static dan Routing Dynamic


1. Static routing (Routing Statis)
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut. Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar.

2. Dynamic Routing (Routing Dinamis)

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.

Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.

Jenis - jenis Routing Dinamis (Dynamic Router)

  1. RIP (Routing Information Protocol)
  2. IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
  3. OSPF (Open Shortest Path First)
  4. EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol)
  5. BGP (Border Gateway Protokol) Info Lanjut BGP




=========================================================================

Rabu, 06- 01-2021

Materi Administrasi Infrastruktur Jaringan

  • Jenis - Jenis Perangkat Cisco
Silahkan di catat kedalam buku materi Administrasi Infrastruktur Jaringan 




8 komentar: