Rabu, 22 Juli 2020

MATERI ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN KELAS XII TKJ

MATERI MENGEVALUASI INTERNET GATEWAY DAN KONFIGURASI NAT

Jakarta, 29 Juli 2020

A. INTERNET GATEWAY 

1. Pengertian Internet Gateway

        Gateway merupakan sebuah perangkat dalam komputer yang difungsikan untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer dengan satu jaringan komputer yang lain atau lebih yang menggunakan protocol informasi yang tidak sama. Hal ini membuat sebuah informasi dari satu jaringan komputer dapat diteruskan pada jaringan komputer yang lain yang memilik protocol yang berbeda. 

           Gateway atau yang sering disebut juga dengan “Gerbang Jaringan” merupakan sebuah perangkat yang dapat memudahkan pengguna komputer dan internet. Salah satu aplikasi atau contoh dari penggunaan Gateway yang dapat kita lihat adalah pada Email. Seperti yang kita tahu bahwa pertukaran email dapat dilakukan meskipun dalam sistem yang tidak sama. Kini, seiring dengan semakin merebaknya penggunaan internet, pengertian Gateway pun sering melakukan pergeseran atau mengalami salah arti. Banyak orang yang menyamakan Gateway dengan Router, tapi sebenarnya Gateway dan Router adalah dua perangkat yang berbeda.

2. Fungsi Gateway

            Gateway berfungsi untuk menghubungkan sebuah jaringan komputer dengan jaringan komputer yang lain dengan protocol yang berbeda. Gateway dapat digunakan dalam menghubungkan IBM SNA dengan digital SNA, Local Area Network atau LAN dengan Wide Area Network atau WAN. Namun, terdapat pula beberapa fungsi dari Gateway yang lain jika kita merincinya jauh lebih detail lagi. Berikut ini informasinya.

A. Sebagai Protocol Converting. Seprerti yang telah dijelaskan di atas bahwa gateway dapat menghubungkan sebuah jaringan komputer dengan jaringan komputer lain dengan protocol yang berbeda. Untuk dapat menghubungkan dua jaringan dengan protocol yang berbeda inilah gateway harus memiliki kemampuan untuk melakukan konversi protocol sehingga dua protocol yang berbeda ini dapat saling dikaitkan atau dihubungkan. Sebuah Gateway jaringan merupakan sebuah sistem internet working yang mengkoneksikan dua jaringan dalam waktu yang sama dan dapat dikonfigurasikan dalam sebuah perangkat lunak atau software. Nah, jaringan gateway ini dapat beroperasi dalam setiap tingkat yang ada pada model lapisan dari OSI atau yang disebut juga dengan Open System Interconnection.
B. Memudahkan akses Informasi. Tanpa gateway, jaringan komputer dengan protocol yang berbeda tidak akan pernah dapat dihubungkan satu sama lain. Ketika ini terjadi, maka sudah pasti bahwa sebuah jaringan komputer tidak akan mampu untuk melakukan akses informasi dari komputer yang lainnya. Ketika gateway sudah digunakan dan jaringan komputer tersebut tersambung, maka tentu saja akses informasi pun dapat berjalan dengan jauh lebih mudah. Maka Gateway pun sangat berguna untuk digunakan dalam memudahkan melakukan akses informasi.
C. Hardware Sharing, Bagi pakai hardware secara bersama-sama. Contoh dari Penerapannya adalah penggunaan Printer server, dimana 1buah Printer dapat digunakan secara bersama oleh Client dalam Jaringan.
D. Keamanan dan pengaturan data, komputer dalam sebuah lingkungan bisnis, dengan adanya jaringan tersebut memungkinkan seorang administrator untuk mengorganisasi data-data kantor yang paling penting. Dari pada setiap departemen menjadi terpisah-pisah dan data-datanya tercecer dimana-mana. Data penting tersebut dapat di manage dalam sebuah server back end untuk kemudian di replikasi atau dibackup sesuai kebijakan perusahaan. Begitu pula seorang admin akan dapat mengontrol data-data penting tersebut agar dapat diakses atau di edit oleh orang-orang yang berhak saja.
E. Ke-stabilan dan Peningkatan Performa Komputasi, Dalam kondisi tertentu sebuah jaringan dapat digunakan untuk meningkatkan performa keseluruhan dari aplikasi bisnis, Dengan cara memberikan tugas komputasi “lebih” kepada suatu Perangkat yg di distribusikan ke komputer lain. 

B. NAT

1. Pengertian NAT
        NAT (Network Address Translation) adalah sebuah proses pemetaan alamat IP dimana perangkat jaringan komputer akan memberikan alamat IP public ke perangkat jaringan local sehingga banyak IP private yang dapat mengakses IP public.

            Dengan kata lain NAT akan mentranslasikan alamat IP sehingga IP address pada jaringan local dapat mengakses IP public pada jaringan WAN. NAT mentranslasikan alamat IP private untuk dapat mengakses alamat host di internet dengan menggunakan alamat IP public pada jaringan tersebut. Tanpa hal tersebut (NAT) tidak mungkin IP private pada jaringan local bisa mengakses internet. IP  local  digunakan  hanya  untuk  jaringan  local  saja  ,  sedangkan  IP Public digunakan secara umum,IP Public inilah yang digunakan untuk berkomunikasi di dunia internet karena dapat diakses dari mana pun.

2. Jenis - jenis dari NAT (Network Address Translation)

        Pada jaringan komputer terdapat 2 jenis NAT, diantaranya:
  • Di nat atau Destiantion Network Address Translation adalah sebuah NAT yang berfungsi untuk meneruskan paket dari IP public melalui firewall ke suatu host dalam jaringan. Dnat hanya bekerja pada tabel nat dan didalam tabel NAT berisi 3 bagian yang disebut dengan CHAIN, ketiga CHAIN tersebut meliputi prerouting, postrouting dan output.
  • SNAT atau Source Network Address Translation yaitu sebuah NAT yang bertugas untuk merubah source address dari suatu paket data. SNAT hanya berlaku pada postrouting.

3. Kelebihan dari NAT (Network Address Translation)
  • Dengan adanya NAT dapat mengurangi adanya duplikasi IP address pada jaringan atau biasanya dikenal dengan conflict IP Address. Dengan adanya NAT akan menghindari pengalamatan ulang pada saat jaringan tersebut berubah. Dapat menghemat IP Legal yang diberikan oleh ISP (Internet Service Provider). Dapat meningkatkan fleksibelitas untuk koneksi jaringan internet.

4. Kelemahan dari NAT (Network Address Translation)
  • NAT dapat menyebabkan keterlambatan proses, ini disebabkan karena data yang dikirim harus melalui perangkat NAT terlebih dahulu. NAT dapat menyebabkan beberapa aplikasi yang tidak bisa berjalan dengan normal. Dengan adanya NAT dapat menghilangkan kemampuan untuk melacak data karena data tersebut akan melewati firewall.


=========================================================================

Lanjutan Materi A-I-J  : Rabu, 12 Agustus 2020

TEKNOLOGI FIREWALL

Firewall adalah penahanan (Barrier) terhadap api yang dimaksudkan untuk memperlambat penyebaran api seandainya terjadi kebakaran sebelum petugas pemadam kebakaran datang untuk memadamkan api.

Firewall dalam artian Teknologi adalah, sebagai suatu cara atau mekanisme yang diterapkan baik terhadap Hardware, ataupun System itu sendiri dengan tujuan untuk melindungi baik dengan menyaring , membatasi atau bahkan menolak suatu atau semua hubungan/kegiatan suatu segmen pada jaringan pribadi dengan jaringan luar yang bukan merupakan ruang lingkupnya.

Firewall didefinisikan sebagai suatu komponen atau kumpulan komponen yang membatasi akses antara sebuah jaringan yang diproteksi dan internet, atau antara kumpulan kumpulan jaringan lainnya.

  •     Fungsi firewall pada jaringan diantaranya sebagaimana di bawah ini:

1. Mengatur dan Mengontrol Lalu Lintas Jaringan

Fungsi pertama yang dapat dilakukan oleh firewall adalah firewall harus dapat mengatur dan mengontrol lalu lintas jaringan yang diizinkan untuk mengakses jaringan privat atau komputer yang dilindungi oleh firewall. Firewall melakukan hal yang demikian, dengan melakukan inspeksi terhadap paket-paket dan memantau koneksi yang sedang dibuat, lalu melakukan penapisan (filtering) terhadap koneksi berdasarkan hasil inspeksi paket dan koneksi tersebut.

2. Proses Inspeksi Paket

Inspeksi paket (‘packet inspection) merupakan proses yang dilakukan oleh firewall untuk ‘menghadang’ dan memproses data dalam sebuah paket untuk menentukan bahwa paket tersebut diizinkan atau ditolak, berdasarkan kebijakan akses (access policy) yang diterapkan oleh seorang administrator.

Firewall, sebelum menentukan keputusan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi dari luar, ia harus melakukan inspeksi terhadap setiap paket (baik yang masuk ataupun yang keluar) di setiap antarmuka dan membandingkannya dengan daftar kebijakan akses. Inspeksi paket dapat dilakukan dengan melihat elemen-elemen berikut, ketika menentukan apakah hendak menolak atau menerima komunikasi:

·         Alamat IP dari komputer sumber

·         Port sumber pada komputer sumber

·         Alamat IP dari komputer tujuan

·         Port tujuan data pada komputer tujuan

·         Protokol IP

·         Informasi header-header yang disimpan dalam paket.

3. Koneksi dan Keadaan Koneksi

Agar dua host TCP/IP dapat saling berkomunikasi, mereka harus saling membuat koneksi antara satu dengan lainnya. Koneksi ini memiliki dua tujuan:

·         Komputer dapat menggunakan koneksi tersebut untuk mengidentifikasikan dirinya kepada komputer lain,yang meyakinkan bahwa sistem lain yang tidak membuat koneksi tidak dapat mengirimkan data ke komputer tersebut. Firewall juga dapat menggunakan informasi koneksi untuk menentukan koneksi apa yang diizinkan oleh kebijakan akses dan menggunakannya untuk menentukan apakah paket data tersebut akan diterima atau ditolak.

·         Koneksi digunakan untuk menentukan bagaimana cara dua host tersebut akan berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya (apakah dengan menggunakan koneksi connection-oriented atau connectionless.

4. Stateful Packet Inspection

Ketika sebuah firewall menggabungkan stateful inspection dengan packet inspection, maka firewall tersebut dinamakan dengan Stateful Packet Inspection (SPI). SPI merupakan proses inspeksi paket yang tidak dilakukan dengan menggunakan struktur paket dan data yang terkandung dalam paket, tapi juga pada keadaan apa host-host yang saling berkomunikasi tersebut berada.

SPI mengizinkan firewall untuk melakukan penapisan tidak hanya berdasarkan isi paket tersebut, tapi juga berdasarkan koneksi atau keadaan koneksi, sehingga dapat mengakibatkan firewall memiliki kemampuan yang lebih fleksibel, mudah diatur, dan memiliki skalabilitas dalam hal penapisan yang tinggi. Salah satu keunggulan dari SPI dibandingkan dengan inspeksi paket biasa adalah bahwa ketika sebuah koneksi telah dikenali dan diizinkan (tentu saja setelah dilakukan inspeksi), umumnya sebuah kebijakan (policy) tidak dibutuhkan untuk mengizinkan komunikasi balasan karena firewall tahu respons apa yang diharapkan akan diterima.

Hal ini memungkinkan inspeksi terhadap data dan perintah yang terkandung dalam sebuah paket data untuk menentukan apakah sebuah koneksi diizinkan atau tidak, lalu firewall akan secara otomatis memantau keadaan percakapan dan secara dinamis mengizinkan lalu lintas yang sesuai dengan keadaan.

Ini merupakan peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan dengan firewall dengan inspeksi paket biasa. Apalagi, proses ini diselesaikan tanpa adanya kebutuhan untuk mendefinisikan sebuah kebijakan untuk mengizinkan respons dan komunikasi selanjutnya. Kebanyakan firewall modern telah mendukung fungsi ini.

 

5. Melakukan Autentikasi Terhadap Akses

Fungsi fundamental firewall yang kedua adalah firewall dapat melakukan autentikasi terhadap akses. Protokol TCP/IP dibangun dengan premis bahwa protokol tersebut mendukung komunikasi yang terbuka. Jika dua host saling mengetahui alamat IP satu sama lainnya, maka mereka diizinkan untuk saling berkomunikasi.

Pada awal-awal perkembangan Internet, hal ini boleh dianggap sebagai suatu berkah. Tapi saat ini, di saat semakin banyak yang terhubung ke Internet, mungkin kita tidak mau siapa saja yang dapat berkomunikasi dengan sistem yang kita miliki. Karenanya, firewall dilengkapi dengan fungsi autentikasi dengan menggunakan beberapa mekanisme autentikasi, sebagai berikut:

Firewall dapat meminta input dari pengguna mengenai nama pengguna (user name) serta kata kunci (password). Metode ini sering disebut sebagai extended authentication atau xauth.

Menggunakan xauth pengguna yang mencoba untuk membuat sebuah koneksi akan diminta input mengenai nama dan kata kuncinya sebelum akhirnya diizinkan oleh firewall. Umumnya, setelah koneksi diizinkan oleh kebijakan keamanan dalam firewall, firewall pun tidak perlu lagi mengisikan input password dan namanya, kecuali jika koneksi terputus dan pengguna mencoba menghubungkan dirinya kembali.

Metode kedua adalah dengan menggunakan sertifikat digital dan kunci publik. Keunggulan metode ini dibandingkan dengan metode pertama adalah proses autentikasi dapat terjadi tanpa intervensi pengguna. Selain itu, metode ini lebih cepat dalam rangka melakukan proses autentikasi. Meskipun demikian, metode ini lebih rumit implementasinya karena membutuhkan banyak komponen seperti halnya implementasi infrastruktur kunci publik.


  • ð    Jenis-Jenis Firewall
  •   Berikut ini terdapat beberapa jenis-jenis firewall, diantaranya adalah:

1. Personal Firewall

Personal Firewall didesain untuk melindungi sebuah komputer yang terhubung ke jaringan dari akses yang tidak dikehendaki. Firewall jenis ini akhir-akhir ini berevolusi menjadi sebuah kumpulan program yang bertujuan untuk mengamankan komputer secara total, dengan ditambahkannya beberapa fitur pengaman tambahan semacam perangkat proteksi terhadap virus, anti-spyware, anti-spam, dan lainnya.

2. Network Firewall

Network Firewall didesain untuk melindungi jaringan secara keseluruhan dari berbagai serangan. Umumnya dijumpai dalam dua bentuk, yakni sebuah perangkat terdedikasi atau sebagai sebuah perangkat lunak yang diinstalasikan dalam sebuah server.

Contoh dari firewall ini adalah Microsoft Internet Security and Acceleration Server (ISA Server), Cisco PIX, Cisco ASA, IPTables dalam sistem operasi GNU/Linux, pf dalam keluarga sistem operasi Unix BSD, serta SunScreen dari Sun Microsystems, Inc. yang dibundel dalam sistem operasi Solaris.

Network Firewall secara umum memiliki beberapa fitur utama, yakni apa yang dimiliki oleh personal firewall (packet filter firewall dan stateful firewall), Circuit Level Gateway, Application Level Gateway, dan juga NAT Firewall. Network Firewall umumnya bersifat transparan (tidak terlihat) dari pengguna dan menggunakan teknologi routing untuk menentukan paket mana yang diizinkan, dan mana paket yang akan ditolak.


=========================================================================

MATERI LANJUTAN 

RABU, 26 AGUSTUS 2020

  • PENGERTIAN NAT

Network Address Translation ( NAT ) adalah sebuah sistem  yang dipakai untuk menggabungkan lebih dari satu komputer untuk di hubungkan ke dalam jaringan internet hanya dengan memakai  sebuah alamat IP. Sehingga setiap komputer yang ada di dalam NAT pada saat  berselancar di internet maka  akan terlihat memounyai  alamat IP yang sama apabila  dilacak. Dengan kata lain, suatu  alamat IP pada jaringan local maka  akan terlebih dahulu di translasikan oleh NAT untuk bisa  mengakses IP publik pada  jaringan komputer. Sebelum proses translasi tersebut , maka para pengguna tidak bisa  terhubung ke internet.


  • Jenis – Jenis NAT

Adapun jenis-jenis NAT yang diantaranya yaitu:

  1. NAT Statis

NAT Statis , bekerja dengan cara menerjemahkan semua alamat IP yang belum terdaftar menjadi alamat IP yang terdfatar. NAT Statis banyak dipakai  untuk komputer yang ingin bisa  di akses dari luar. NAT statis ini sebenarnya  dapat  di bilang sebagai pemborosan terhadap alamat IP yang di daftarkan, karena  setiap satu komputer di petakan untuk satu alamat IP terdaftar.

Sehingga apabila  terdapat  banyak komputer yang di daftarkan, maka tentu akan semakin terbatas pula alamat IP yang masih tersedia. Kekurangan lain dari NAT Statis adalah yaitu  kurang aman jika di bandingkan dengan  NAT dinamik, karena  setiap komputer mempunyai  alamat IP tersendiri, hingga pada  akhirnya risiko penyusup masuk langsung ke dalam jaringan private akan lebih besar.


2. NAT Dinamis

Berbeda dengan NAT Statis, NAT Dinamis bekerja dengan cara  mendaftarkan beberapa komputer ke dalam satu kelompok dengan alamat IP terdaftar yang sama. Sehingga nantinya terdapat beberapa komputer yang mempunyai kesamaan alamat IP terdaftar. Keuntungan dari  menggunakan NAT dinamis ini tentunya  lebih aman mengenai penelusuran di internet.

Pada saat terdapat penyusup yang ingin menembus komputer anda yang dengan menggunakan NAT dinamik, maka penyusup tersebut pasti mengalami kesulitan untuk mengaksesnya , karena alamat IP yang di asosiasikan ke suatu computer akan  selalu berubah secara dinamis. Meskipun  begitu, NAT dinamis juga mempunyai  kekurangan, yaitu apabila  semua alamat IP telah  terpenuhi dan juga  terpakai semua, maka jika terdapat penambahan komputer lain, maka  komputer tersebut tidak lagi bisa  terhubung ke internet dengan melalui NAT.


3. Overloading NAT

Overloading NAT memungkinkan untuk lebih dari satu klien terhubung untuk menuju satu IP publik, akan tetapi pada port yang berbeda. Sehingga ketika  NAT menerima permintaan dari klien untuk di hubungkan kepada server, NAT selanjutnya  akan menentukan nomor IP dan juga  port untuk klien tersebut. Keuntungannya adalah meskipun  sebuah nomor IP sudah  digunakan, akan tetapi  masih dapat  digunakan  untuk klien lain karena  berada dalam port yang berbeda.


  • Overlapping NAT

Overlapping NAT adalah bentuk NAT yang melakukan penerjemahan secara dua arah, terutama apabila  terdapat nomor yang sama di antara alamat IP publik dan juga  lokal. Supaya tidak terjadi konflik, maka NAT akan mengubah nomor IP publik menjadi nomor yang tidak terdapat pada jaringan lokal.

Fungsi NAT

Adapun fungsi NAT yang diantaranya yaitu:

  • Meminamalisir adanya duplikasi alamat IP dalam jaringan
  • Melakukan penghematan terhadap IP legal yang disediakan oleh Internet Service Provider ( ISP )
  • Saat terjadi perubahan jaringan, menghindari proses pengalamatan kembali
  • Melakukan peningkatan terhadap keamanan sebuah jaringan
  • Menambah fleksibelitas untuk terhubung dengan jaringan internet.
  • Dibandingkan dengan aplikasi alternatif seperti proxy, penggunaan NAT dapat memberikan fleksibilitas dan performa yang lebih baik .

==========================================================================================

RABU, 16 SEPTEMBER 2020


- Pengertian Bandwidth dan Fungsinya

Bandwidth adalah maksimal besar transfer yang dapat dilakukan pada satu waktu dalam pertukaran data. Kata bandwidth sering kita dengar apalagi saat membahas mengenai topik Virtual Private Server (VPS). Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).

Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.

Terdapat juga istilah Bandwith Analog. Bandwidth Analog adalah perbedaan antara frekuensi paling rendah dan frekuensi paling tinggi pada suatu rentang frekuensi yang dapat diukur dengan satuan Hertz (Hz) untuk mengetahui data atau informasi yang dapat ditransmisikan pada suatu waktu.

Bandwidth sering dianalogikan dengan lebar jalan raya. Sedangkan data yang masuk melewati bandwidth diibaratkan kendaraan yang melintasi jalan tersebut. Semakin sedikit kendaraan yang lewat maka lalu lintas akan semakin lancar. Kebalikannya, jika kendaraan yang lewat banyak maka lalu lintas di jalan tersebut akan tersendat sehingga akan mempengaruhi aktivitas kendaraan lain.

Semakin besar jalan (bandwidth) maka akan semakin banyak pula kendaraan yang dapat melaluinya. Maka tidak salah jika bandwidth menjadi pertimbangan pengguna jaringan internet. Dikarenakan semakin besar bandwidth maka semakin cepat pertukaran data yang terjadi dan semakin banyak data yang dapat melaluinya dalam satu waktu.

- Bandwidth pada komputer memiliki 2 jenis yaitu:

1. Badwidth Digital

Satuan hitung dari data yang ditransfer dalam bit per second dalam sebuah jaringan yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi tanpa hambatan. Bandwidth ini mengirimkan informasi secara digital, baik melalui saluran kabel atau tanpa menggunakan kabel (nirkabel).

2. Bandwidth Analog

Fungsinya sama seperti bandwidth digital, yang membedakan adalah satuan hitungnya menggunakan  Hertz.

- PENGERTIAN QUALITY OF SERVICE

  • Quality of Service (QoS) atau Kualitas layanan adalah metode pengukuran yang digunakan untuk menentukan kapabilitas jaringan, seperti Aplikasi jaringan, host, atau router untuk menyediakan layanan jaringan yang lebih baik dan lebih terencana yang memenuhi kebutuhan layanan.

  • Quality of Service (QoS) adalah arsitektur ujung ke ujung dan bukan milik jaringan. QoS suatu jaringan berhubungan dengan kecepatan dan keandalan penyediaan berbagai jenis data dalam suatu komunikasi.


- Jenis-jenis QoS

Ada tiga jenis Quality of Service (QoS), yaitu sebagai berikut:

1. Intrinsic QoS

Intrinsic QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diperoleh melalui: 1. Desain teknis jaringan, yang menentukan karakteristik koneksi melalui jaringan. 2. Kondisi akses jaringan, terminasi, dan koneksi antar sakelar yang menentukan jaringan sudah cukup untuk menangani semua permintaan pengguna. Dengan kata lain, QoS intrinsik dapat dijelaskan dengan parameter kinerja jaringan seperti latensi, throughput, dan lainnya.

2. Perceived QoS

Perceived QoS adalah kualitas layanan jaringan yang diukur ketika layanan digunakan. QoS yang dirasakan sangat tergantung pada kualitas QoS intrinsik dan pengalaman pengguna layanan serupa. Namun, QoS yang dirasakan ini diukur oleh peringkat rata-rata opsi pengguna.

3. Assessed QoS

Assessed QoS merujuk kepada seberapa besar keinginan pengguna untuk terus menggunakan layanan tertentu. Hal ini memengaruhi keinginan pengguna untuk membayar layanan yang mereka gunakan. QoS tertimbang sangat tergantung pada QoS yang dirasakan masing-masing pengguna.

- Jenis Layanan QoS

Ada tiga model layanan Quality of Service (QoS) yaitu sebagai berikut:

1. Best Effort Service

Best-effort service adalah model layanan di mana aplikasi mengirim data kapan pun dibutuhkan dalam jumlah berapa pun tanpa terlebih dahulu meminta otorisasi atau memberi tahu jaringan. Untuk layanan upaya terbaik, jaringan mengirim data tanpa jaminan keandalan atau kecepatan aktual bila memungkinkan.

2. Integrated Service

Integrated service adalah layanan berbagai model yang dapat memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Dalam model ini, aplikasi memerlukan jenis layanan tertentu dari jaringan sebelum mengirim data. Aplikasi menginformasikan jaringan tentang profil lalu lintas dan membutuhkan jenis layanan tertentu, yang mungkin termasuk permintaan bandwidth dan penundaan. Aplikasi ini harus mengirim data hanya setelah menerima konfirmasi dari jaringan.

3. Differentiated Service
Differentiated service adalah layanan dari banyak model yang dapat memenuhi persyaratan QoS yang berbeda. Tidak seperti model layanan bawaan, aplikasi yang menggunakan layanan berbeda tidak secara eksplisit melaporkan router sebelum mengirim data.

================================================================
RABU, 14 OKTOBER 2020

Pengertian DMZ (Demilitarized Zone) Beserta Fungsi dan Cara Kerjanya

1. Pengertian DMZ

    DMZ merupakan kependekan Demilitarized Zone yang merupakan sebuah wilayah untuk berkomunikasi kepada pihak luar yang masih berkaitan dengan jaringan komputer. DMZ juga merupakan sebuah sub network yang berdiri secara terpisah dari sub network internalnya yang berfungsi untuk keperluan keamanan.

    Mungkin kita sudah paham bahwa baik web server maupun juga mail server termasuk server yang bisa kita akses dari luar, lebih tepatnya kita bisa mengaksesnya dari berbagai penjuru dunia dengan memanfaatkan internet.

    Nama DMZ atau Demilitarized Zone sendiri muncul dari sebuah wilayah yang ada di berbagai negara dimana di dalam wilayah tersebut operasi militer dalam bentuk apapun tidak diizinkan. DMZ ini merupakan sebuah metafora dan konsep yang diterapkan di jaringan komputer yang nantinya akan berperan sebagai gateway. DMZ akan memberikan keamanan akses terhadap orang lain yang terhubung ke jaringan internet tersebut.

    Adapun host yang paling berpotensi menjadi target serangan yaitu mereka yang bertugas memberikan informasi dan akses untuk jaringan luar, contohnya seperti web server maupun mail server yang sudah kami sebutkan sebelumnya. Maka dari itu, mereka harus diletakkan di dalam sub network tertentu agar supaya dapat memberikan proteksi terhadap penyusup yang bisa kapan saja datang dan menyerang server tersebut.

    Sementara itu, host yang ada di DMZ memiliki akses yang bersifat terbatas pada host tertentu yang masih menjadi satu dalam jaringan internal. Selain itu, komunikasi yang dilakukan antara host yang ada di dalam DMZ dengan jaringan luar juga dibatasi dengan tujuan agar supaya DMZ bisa lebih aman dan terhindar dari serangan yang terjadi kapan pun.

2. ARSITEKTUR DMZ

    Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk merancang sebuah Demilitarized Zone. Namun cara yang paling umum yang biasanya dilakukan adalah menggunakan single firewall dan menggunakan firewall ganda. Dari sini kemudian bisa dikembangkan sehingga bisa menciptakan sebuah arsitektur DMZ yang kompleks sesuai dengan kebutuhan jaringan.

A. Single Firewall

    Single Firewall atau firewall tunggal merupakan jenis firewall yang memiliki 3 interface jaringan dan dapat digunakan agar bisa membuat sebuah jaringan komputer dengan berisi DMZ.

    Firewall ini menjadi sebuah titik yang harus menangani semua lalu lintas jaringan yang terdapat di DMZ yang ada di jaringan internal. Biasanya lalu lintas tersebut akan ditandai dengan warna, seperti warna ungu yang berarti LAN, warna hijau yang berarti untuk DMZ, dan warna merah yang berarti untuk koneksi internal.

B. Firewall Ganda

    Dari namanya sudah bisa kita pahami bahwa jenis firewall yang satu ini terdiri dari beberapa lapis. Penggunaan firewall ganda sudah tentu akan lebih aman karena ia menggunakan dua perangkat yang digabungkan jadi satu.

    Bahkan, jika pengaman tersebut disediakan oleh vendor yang berbeda, maka bisa jadi keamanannya pun bisa semakin berlapis-lapis. Hal ini membuat perangkat atau jaringan tersebut berpotensi kecil untuk bisa menerima serangan.

    Selain itu, kesalahan terhadap pengaturan juga tidak mungkin terjadi dengan cara dan proses yang sama untuk seluruh antarmuka yang ada di dalam dua pengaturan vendor yang berbeda. Namun yang menjadi kelemahan dari penggunaan firewall ganda adalah biaya yang mahal. Biaya tersebut merupakan biaya yang digunakan untuk membeli, mengelola, dan penggunaan firewall untuk vendor yang berbeda tersebut.

3. Fungsi DMZ

    Lalu apa saja sebenarnya fungsi DMZ atau Demilitarized Zone? Untuk mendapatkan jawaban tersebut, maka silahkan simak baik-baik informasi yang akan kami berikan di bawah ini:

  • Digunakan untuk membuat para pengguna internal, seperti karyawan agar bisa dan mau menggunakan proxy server ketika mereka hendak mengakses internet.
  • Digunakan untuk mengurangi beberapa persyaratan dari akses bandwidth internet. Alasannya karena beberapa konten yang ada di dalam web bisa di-cache server proxy.
  • Digunakan untuk menyederhanakan dalam pencatatan dan juga monitoring berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pengguna, dimanan nanti kegiatan tersebut akan berfokus pada konten web filtering.
================================================================
04 NOVEMBER 2020

1. PENGERTIAN BANDWIDTH

Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).

Manajemen bandwidth adalah sebuah proses yang digunakan untuk memberikan saluran yang bisa dimanfaatkan dalam proses upload atau juga download. Tujuannya agar kualitas dari layanan yang dilakukan mampu memberikan hasil yang baik.


Bandwidth adalah maksimal besar transfer yang dapat dilakukan pada satu waktu dalam pertukaran data. Kata bandwidth sering kita dengar apalagi saat membahas mengenai topik Virtual Private Server (VPS). 

Bandwidth adalah kapasitas yang dapat digunakan pada kabel ethernet agar dapat dilewati trafik paket data dengan maksimal tertentu. Pengertian lain dari bandwidth internet adalah jumlah konsumsi transfer data yang dihitung dalam satuan waktu bit per second (bps).

Jadi bandwidth internet merupakan kapasitas maksimal jalur komunikasi untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan data dalam hitungan detik.

2.  Fungsi Bandwidth


Berikut ini adalah beberapa fungsi bandwidth yang dibagi berdasarkan penggunaannya.

A. Ukuran Media Pengiriman Data

Fungsi bandwidth yang pertama adalah sebagai ukuran media atau jalur pengiriman data yang dimiliki oleh suatu komputer atau jaringan tertentu. Fungsi ini hampir berlaku di semua tempat yang memiliki jaringan komputer.

Bandwidth sangat berguna apalagi jika berhubungan dengan distribusi jaringan. Ukuran bandwidth umumnya digunakan sebagai patokan pengguna untuk memilih provider atau penyedia layanan yang berhubungan dengan koneksi internet. Semakin besar bandwidth yang ditawarkan, maka terlihat semakin baik pula layanan yang diberikan.

B. Membagi Kecepatan Transfer Data

Fungsi lain bandwidth adalah sebagai pembagi kecepatan transfer data. Sehingga kecepatan yang dimiliki dapat didistribusikan secara adil ke seluruh pengguna. Pembagian ini juga untuk membatasi agar antar pengguna tidak saling berebut bandwidth.

Jika tidak dibagi maka bisa jadi seluruh bandwidth yang dialokasikan ke jaringan tersebut hanya dipakai oleh satu pengguna saja dan pengguna lain tidak mendapatkan. Misalnya pada saat mengunduh file dari internet yang sangat besar.

Pada saat melakukan proses mengunduh maka akan terjadi permintaan data yang cukup besar dan tentu saja itu akan membanjiri bandwidth pada jaringan. Jika tidak dibatasi, maka koneksi pengguna lain akan lambat atau bahkan tidak dapat terkoneksi sama sekali. Apalagi yang melakukan pengunduhan menggunakan ‘download manager’ tertentu.

C. Mengatur Besar Data yang Ditransfer

Administrator jaringan terkadang melakukan pembatasan besar data yang dapat diakses atau diunduh dari internet. Hal ini bertujuan untuk mengurangi trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama. Trafik yang tinggi dalam jangka waktu yang lama juga dapat mengganggu stabilitas jaringan karena mempengaruhi kapasitas bandwidth yang tersedia.

Itulah fungsi-fungsi bandwidth yang sedikit banyak bisa memberikan gambaran umum untuk memahami bandwidth. Meskipun sebenarnya bandwidth adalah sebuah istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kapasitas besarnya kabel ethernet atau besarnya jaringan.


3. JENIS - JENIS BANDWIDTH

Bandwidth pada komputer memiliki 2 jenis yaitu:

1. Badwidth Digital

Satuan hitung dari data yang ditransfer dalam bit per second dalam sebuah jaringan yang dapat dikirimkan melalui suatu saluran komunikasi tanpa hambatan. Bandwidth ini mengirimkan informasi secara digital, baik melalui saluran kabel atau tanpa menggunakan kabel (nirkabel).

2. Bandwidth Analog

Fungsinya sama seperti bandwidth digital, yang membedakan adalah satuan hitungnya menggunakan  Hertz.


MATERI ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN XI TKJ

ADMINISTRASI INFRASTRUKTUR JARINGAN 

Jakarta, Rabu 29 Juli 2020


A. PENGERTIAN ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN 

 1. Pengertian Administrasi Infrastruktur Jaringan 

                Network infrastructure atau infrastruktur jaringan merupakan sebuah kumpulan sistem komputer yang saling berhubungan, dihubungkan oleh berbagai macam bagian dari sebuah arsitektur telekomunikasi. Secara khusus, infrastruktur ini mengacu pada organisasi dan berbagai bagian konfigurasi dari jaringan komputer individu sampai pada router, kabel, wireless access point, switch, backbone, network protocol, dan network access methodologies.

            Infrastuktur dapat berupa infrastruktur terbuka (open) atau infrastruktur tertutup (close). Contoh infrastuktur terbuka adalah internet, adapun contoh dari infrastruktur tertutup adalah private intranet. Infrastruktur tersebut dapat beroperasi melalui koneksi jaringan kabel atau jaringan wireless, atau kombinasi antara keduanya. 

2. Keuntungan Konfigurasi Mode Infrastruktur 

            Keuntungan pada konfigurasi mode infrastruktur antara lain sebagai berikut. a. Untuk sistem AP dengan melayani banyak PC tentu lebih mudah melakukan manajemen jaringannya dan komputer klien dapat mengetahui bahwa di suatu tempat ada sebuah perangkat atau komputer yang memancarkan sinyal AP dari sebuah jaringan. b. Bila mengunakan perangkat khusus, maka tidak diperlukan sebuah PC berjalan setiap waktu untuk melayani klien pada jaringan. 

           Umumnya perangkat AP dapat dihubungkan langsung ke sebuah switch atau sebuah jaringan LAN. Sehingga dapat menghubungkan komputer yang menggunakan Wi-Fi untuk dapat masuk ke dalam sebuah jaringan. c. Sistem keamanan pada AP lebih terjamin. Untuk fitur pengaman sebuah perangkat AP memiliki beberapa fitur seperti melakukan pemblokiran IP atau MAC address, membatasi pemakai pada port dan lain-lain.


B. PENGERTIAN VLAN 

1. Pengertian VLAN 

        Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan (menggunakan perangkat lunak pengelolaan) sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. VLAN dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. 

VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil (subnet) berada dalam jaringan switched switched yang sama. Supaya komputer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap komputer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port. Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logika dihubungkan satu sama lain. 

            Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logika berdasarkan fungsi, departemen atau project team. Teknologi VLAN (Virtual Local Area Network) bekerja dengan cara melakukan pembagian network secara logika ke dalam beberapa subnet. VLAN adalah kelompok device dalam sebuah LAN yang dikonfigurasi (menggunakan software manajemen) sehingga mereka dapat saling berkomunikasi asalkan dihubungkan dengan jaringan yang sama walaupun secara fisikal mereka berada pada segmen LAN yang berbeda. Jadi VLAN dibuat bukan berdasarkan koneksi fisikal tetapi lebih pada koneksi logikal, yang tentunya lebih fleksibel. Secara logika, VLAN membagi jaringan ke dalam beberapa subnetwork. 

            VLAN mengizinkan banyak subnet dalam jaringan yang menggunakan switch yang sama. Konfigurasi VLAN itu sendiri dilakukan melalui perangkat lunak (software), walaupun komputer tersebut berpindah tempat, tetapi tetap berada pada jaringan. VLAN dapat juga melakukan segmentasi jaringan switch berbasis pada fungsi, departemen maupun tim proyek. Kita dapat juga mengelola jaringan kita sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan perusahaan sehingga para pekerja dapat mengakses segmen jaringan yang sama walaupun berada dalam lokasi yang berbeda. 

2. Perbedaan LAN dengan VLAN

            LAN adalah sebuah jaringan area lokal yang didefinisikan dan dinaungi oleh alamat network dan alamat broadcast yang sama. Perlu Anda ingat juga bahwa pada perangkat Router akan menghentikan traffic broadcast apapun itu protocolnya, tetapi pada switch akan secara otomatis meneruskannya berhubungan walaupun terpisah secara fisik. 

            VLAN atau Virtual LAN yaitu sebuah jaringan LAN yang secara virtual dibuat di sebuah switch. Pada switch standard biasanya akan meneruskan traffic dari satu port ke semua port yang lain ketika ada traffic dengan domain broadcast yang sama melewati port tersebut. Pada switch yang khusus, dapat digunakan pada beberapa LAN yang berbeda dengan ID yang berbeda di tiap portnya, dan hanya akan meneruskan traffic ke port-port yang memiliki id yang sama. Switch type khusus ini sebenarnya sudah secara otomatis memasang VLAN di dalamnya (vlan id=1) yang beranggotakan semua port yang ada. 

            Perbedaan yang sangat jelas dari model jaringan Local Area Network (LAN) dengan Virtual Local Area Network (VLAN) adalah bahwa bentuk jaringan dengan model Local Area Network sangat bergantung pada letak/fisik dari workstation, serta penggunaan hub dan repeater sebagai perangkat jaringan yang memiliki beberapa kelemahan.



=========================================================================

MATERI LANJUTAN  - ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN

RABU, 12 AGUSTUS 2020


  • Terminologi di dalam VLAN Berikut ini adalah beberapa terminologi di dalam VLAN. 
a. VLAN Data VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa datadata yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN. 

b. VLAN Default Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus. 

c. Native VLAN Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking 802.1Q. Port trunking 802.1Q mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN (tagged traffic) sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN (untagged traffic). Port trunking 802.1Q menempatkan untagged traffic pada Native VLAN. 

d. VLAN Manajemen VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP. 

e. VLAN Voice VLAN yang dapat mendukung Voice over IP (VoIP). VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara.

  • Tipe VLAN dalam Konfigurasi 
Terdapat tiga tipe VLAN dalam konfigurasi, yaitu sebagai berikut : 

a. Static VLAN 
Pada static VLAN, port switch dikonfigurasi secara manual. 
Konfigurasi: 
SwUtama#config Terminal 
Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z. 
SwUtama(config)#VLAN 10 
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Mahasiswa 
SwUtama(config-vlan)#exit 
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/2 
SwUtama(config-if)#switchport mode access 
SwUtama(config-if)#switchport access VLAN 10 

b. Dynamic VLAN 
Mode ini digunakan secara luas dalam jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server (VMPS). Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port.

c. Voice VLAN 
Port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung. 
Konfigurasi: 
SwUtama(config)#VLAN 120 
SwUtama(config-vlan)#name VLAN_Voice 
SwUtama(config-vlan)#exit 
SwUtama(config)#Interface fastEthernet 0/3 
SwUtama(config-if)#switchport voice VLAN 120

  • Implementasikan VLAN 
Anda memerlukan VLAN ketika kondisi jaringan Anda sebagai berikut. 
a. Memiliki lebih dari 200 node perangkat di dalam jaringan Anda. 
b. Banyak terjadi traffic broadcast di jaringan Anda. 
c. Anda ingin membagi beberapa user Anda menjadi grup-grup tersendiri untuk meningkatkan keamanan. 
d. Mengurangi traffic broadcast yang banyak disebabkan oleh serangan virus dan program pengganggu lain yang akan memporak porandakan jaringan Anda atau Anda hanya ingin membuat beberapa virtual switch dari switch yang sudah ada.

  • JENIS VLAN
1. Jenis VLAN berdasarkan Pemberian Membership

Berdasarkan perbedaan pemberian membership, VLAN dapat dibagi menjadi empat macam, yaitu sebagai berikut.

a. Port Based 
Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk (VTP). 

b. MAC Based 
Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Setiap switch memiliki tabel MAC Address untuk setiap komputer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada 

c. Protocol Based 
Karena VLAN bekerja pada layer 2 (OSI) maka dapatdilakukanpenggunaan protokol (IP dan IP Extended) sebagai dasar VLAN. 

d. IP Subnet Address Based 
Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN 

e. Authentication Based 
Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol 802.1x.

  • Jenis VLAN berdasarkan Tipe Koneksi 
Adapun berdasarkan tipe koneksi, VLAN dapat dibagi menjadi tiga yaitu sebagai berikut :
 a. Trunk Link. 
b. Access Link. 
c. Hibrid Link (Gabungan Trunk dengan Access)

  • PRINSIP KERJA VLAN
1. Filtering Database 
Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Isi dari filtering database antara lain sebagai berikut :

a. Static Entries 
1) Static Filtering Entries 
Memilah apakah suatu data akan dikirim atau dibuang atau bahkan dimasukkan ke dalam dinamic entries. 
2) Static Registration Entries 
Memilah apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab terhadap jaringan VLAN tersebut.

b. Dynamic Entries 
1) Dynamic Filtering Entries 
Memilah apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang.

2) Group Registration Entries 
Memilah apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau tidak. Dynamic Registration Entries memilah port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN.

  • TAGGING   
Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan tujuan data tersebut (VLAN tujuan). Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja (user tujuan). Di dalamnya berisi format MAC Address. Adapun jenis dari tag header ada dua, yaitu sebagai berikut : 
a. Ethernet Frame Tag Header. 
b. Token Ring and Fiber Distributed Data Interface (FDDI) tag header.



=========================================================================
MATERI ADM. INFRASTRUKTUR JARINGAN 

RABU, 26 AGUSTUS 2020

MEMBANGUN LAN DENGAN CATALYST CISCO


Sistem operasi yang digunakan dalam router Cisco dan Cisco Catalyst adalah IOS. Meskipun sejarah menyatakan bahwa teknologi yang diusung oleh switch Cisco versi awal menggunakan OS tersendiri yang disebut dengan CatOS atau Catalyst OS. Namun, kini seri terbaru Cisco Catalyst sudah menggunakan teknologi IOS. Berikut ada enam penjelasan tentang versi IOS mulai dari seri 12.X.

 

1.   1Mainline, salah satu jenis IOS yang paling stabil dibandingkan pendahuluannya dan sangat cocok digunakan pada beberapa jenis kebutuhan dan kompleksitas jaringan.

 

2.     2. T,kependekan dari istilah Technology Train. Versi  ini adalah generasi munculnya beberapa fitur baru dan kelemahannya adalah melakukan pengembangan dan perbaikan bug atau error selama dalam tahap pengembangannya. Cisco sendiri tidak merekomendasikan tipe ini sebagai NOC karena kurang stabil.


3.   3. S,singkatan ini merupakan istilah bagi Service Provider yang memang sengaja diciptakan untuk mendukung layanan bagi para penyedia layanan jaringan dan telekomunikasi.

 

4.   4. E, singkatan dari Enterprise Train merupakan versi IOS yang diciptakan untuk mendukung implementasi teknologi jaringan dalam perusahaan.

 5. B,singkatan dari broadband train adalah versi IOS yang telah menyertakan fitur manajemen teknologi broadband pada internet.

 6. IOS XR, teknologi dalam versi IOS ini lumayan tinggi karena biasanya hanya ditemui pada beberapa vendor perusahaan telekomunikasi,seperti ISP atau Telkom. Salah satu kendalanya adalah mampu mengelola proses lalu lintas data yang relatif tinggi dan padat..

Dalam situs resminya,https:/www.cisco.com/en/us/products/ios-nx-os-software/ios-software-releases-listing.html  menyatakan bahwa versi IOS saat ini sudah mencari versi 15.X (saat ini versi 15.5)dengan tipe M&T dengan ketentuan sebagai berikut.

 

1.      Tipe M atau Extended Maintenance Release,memungkinkan vendor Cisco memberikan garansi perbaikan bug selama 44 bulan.

2.      Sementara itu,tipe T atau Standard Maintenance Release hanya menyediakan perbaikan bug selama 18 bulan.

Berikut adalah gambar penjelasan IOS versi 12.X dan 15.X yang diambil dari https:/www.ciscopress.com/articles.asp?p=2106547

 

TABEL JENIS COMMAND MADE


  • Standar Susunan Kabel Straight (Lurus)

Untuk standar urutan kabel straight susunan pada kedua ujung sama, yaitu:

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat

  • Standar Susunan Kabel Cross

  1. Putih-orange
  2. Orange
  3. Putih-hijau
  4. Biru
  5. Putih-biru
  6. Hijau
  7. Putih-coklat
  8. Coklat
=========================================================================


RABU, 09 SEPTEMBER 2020

MATERI CISCO

  • Pengertian Cisco Packet Tracer beserta Fungsi nya 
Cisco Packet Tracer adalah sebuah software simulator tools jaringan cisco yang sering digunakan untuk latihan dan pembelajaran sebelum menggunakan perangkat aslinya, dan software ini dibuat langsung oleh Cisco Systems disediakan secara gratis untuk siswa dan juga network administrator. Anda bisa mengunduh langsung cisco di situs resminya Netcad Cisco Packet Tracer.

1. Kelebihan dan Kekurangan Cisco Packet Tracer

Tentunya semua software memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, berikut ini kelebihan dan kekurangan dari packet tracer.

  • Kelebihan:

  1. Pembelajaran akan lebih menarik karna mendia yang digunakan berupa icon-icon atau visual gambar jaringan seperti Router dan PC, masih banyak lagi.
  2. Tidak perlu menggunakan biaya besar dalam kegiatan pembelajaran, pembuatan jaringam.
  3. Dapat meningkatkan kreativitas seseorang dalam mengelola jaringan cisco pembelajaran dilakukan sendiri.
  4. Siswa akan mengeluarkan ide-ide menarik dengan membuat topologi jaringan yang ingin diselesaikan.
  5. Software gratis dapat didownload dan digunakan oleh siapa saja.

  • Kekurangan:

  1. Media yang ditampilkan adakalanya susah dipahami oleh siswa, perlu penyesuaian.
  2. Permasalahan yang diajukan adakalanya tidak sesuai dengan daya nalar siswa.
  3. Media yang ditampilkan memiliki komponen-komponen fisik yang terbatas 
  4. Untuk melatih alur kemampuan siswa untuk belajar media yang dilalui sangatlah sulit.
  5. Harus membutuhkan konsentrasi yang tinggi untuk belajar karna sulit dipahami, perintah-perintah yang dijalankan di CLI harus diingat-ingat.

2. Fungsi Cisco Packet Tracer

Fungsi Cisco Packet Tracer adalah untuk merancang sebuah sistem dan juga topologi jaringan yang akan diterapkan didunia nyata menggunakan prangkat asli cisco, jika membuat topologi jaringan komputer tanpa menggunakan aplikasi ini akan memakan biaya yang cukup mahal. Oleh karna itu Cisco membuat aplikasi ini untuk media pembelajaran, tanpa membutuhkan biaya yang mahal. Namun ada beberapa dari mereka yang belajar sudah menggunakan packet tracer dan diterapkan langsung di coscp asli, seseorang siswa yang mampu mengerti cisco akan mendapatkan Cisco Networking Academy melalui setifikasi Cisco Cartified Network Assciate (CCNA). Berguna untuk peluang kerja di bagian jaringan.

Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.


FUNGSI – FUNGSI ICON :
1. Menu bar



A. File 
Didalam menu bar file terdapat 10 sub menu, diantaranya :
• New (Ctrl + N)
• Open (Ctrl + O)
• Open Sample (Ctrl + Shift +T)
• Save (Ctrl + S)
• Save As (Ctrl + Shift + S)
• Save As PKZ (Ctrl + Shift + Z)
• Save As Common Cartridge
• Print (Ctrl + P)
• Recent File 
• Exit 

B. Edit
Didalam menu bar edit terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Copy (Ctrl + C)
• Paste (Ctrl + V)
• Undo (Ctrl + Z)
• Redo (Ctrl + Shift + Z)

C. Option
Didalam menu bar options terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Prefences (Ctrl + R)
• User Profile (Ctrl + Shift + M)
• Algorithm Setting (Ctrl + Shift + M)
• View Command Log (Ctrl + Shift + V)

D. View
Didalam menu bar view terdapat 2 sub menu, diantaranya :
  • Zoom
    Zoom In (Ctrl + I)
    Zoom Out (Ctrl + U)
    Zoom Reset (Ctrl + T)
  •  Toolbars 
Toolbars Main 
Toolbars Right 
Toolbars Botton 
E. Tools
Didalam menu bar tools terdapat 2 sub menu, diantaranya :
·       Drawing Pallete (Ctrl + D)
·       Custom Devices Dialog
F. Extentions
Didalam menu bar extentions terdapat 4 sub menu, diantaranya :
·       Activity Wizard (Ctrl + W)
·       Multi User 
1.                  Listen (Ctrl + Alt + L)
2.                  Port Visibility (Ctrl + Alt + P)
3.                  Options (Ctrl + Alt + Y)
4.                  Save Offline Copy As (Ctrl + Alt + G)
·       IPC
1.                  Configure Apps (Ctrl + Shift + C)
2.                  Show active apps (Ctrl + Shift + Q)
3.                  Options (Ctrl + Shift + J)
4.                  Log (Ctrl + Shift + K)
·  Scripting 
1.                  Configure PT Script Modules
2.                  New PT Script Module
3.                  Edit File Script Module
4.                  Configure Global Custom Interfaces 
5.                  Configure File Custom Interfaces 
G. Help
Didalam menu bar help terdapat 4 sub menu, diantaranya :
• Contents                  • About  
• Tutorial 
• Report an Issue


2. Main Toolbar





Bar ini menyediakan ikon shortcut ke perintah menu File and Edit. Anda juga akan menemukan tombol Informasi Jaringan, yang dapat Anda gunakan untuk memasukkan deskripsi jaringan saat ini (atau teks yang ingin Anda sertakan).
• New (membuat lembar kerja baru)
• Open (membuka file yang sudah ada/ yang disimpan)
• Save (menyimpan)
• Print (mencetak hasil )
• Activity Wizard (untuk membuka aktivitas wizard)
• Copy (menyalin/mengcopy)
• Paste (penempel/pempaste)
• Undo (membatalkan perintah)
• Redo (membatalkan perintah undo) 
• Zoom In (memberbesar)
• Zoom Reset (mengembalikan ke ukuran semula)
• Zoom Out (memperkecil)
• Drawing palette (menggambar palet)
• Custom Devices Dialog (dialog perangkat kustom)
• Network Information (informasi jaringan) Dan  Content (konten)


3. Command Toolbar

Ini merupakan sebuah Bar yang menyediakan akses ke alat kerja ruang kerja yang umum digunakan.


4. Workspace 

Ini merupakan jendela kerja cisco packet tracer, atau lebih tepatnya Area ini merupakan sebuah tempat dimana kamu akan membuat sebuah gambaran jaringan, menonton simulasi, dan melihat berbagai jenis informasi dan statistik.



5. Network Component Box

Kotak ini berisi jenis perangkat dan koneksi yang tersedia di Packet Tracer. Kotak Seleksi Spesifik Perangkat akan berubah tergantung pada jenis perangkat yang Anda pilih.


Jenis icon yang berada di Network Component Box

Router

Router, pada bagian Router bisa diklik aja…terus untuk pilihan-pilihannya yang bisa digunakan sebelah kanan, penggunaannya bisa klik tahan dan tarik ke lembar kerja

Seperti yang telah kita ketahui, fungsi dari router adalah menghubungkan sebuah network yang berbeda atau ip class yang berbeda atau subnet atau gang yang berbeda…karena jika kita menggunakan sebuah hub / switch biasa, maka device atau computer tidak akan konek

Switch

Switch akan kita pakai untuk menghubungkan banyak  computer yang mempunyai port-port penyambungan. Ada yang 24,32 dibawahnya juga ada…kalau yang sering di pakai dipraktek itu yang nomor 2950-24




Kabel

Connections / Kabel – (a) Kabel Otomatis, (b) Kabel Straight, (c) Kabel Crossover
Lah, ini digunakan untuk menghubungkan setiap device atau hardware, missal computer dengan computer…computer dengan switch dll…ohya, kabel diantara (a) dan (b) itu kabel rollover gan…
Masalah penggunaannya, kapan kita menggunakan cross, dan kapan kita menggunakan straight…perhatikan keterangan dibawah ini…

Straight akan digunakan untuk menghubungkan device-device yang berbeda, missal :
PC – Hub
PC – Switch
Router – Hub
Router – Switch
Sedangkan Cross digunakan untuk menghubungkan device-device yang sama, missal :
Komputer – Komputer
Switch – Hub
Switch – Switch
Router – Router
Router – PC
Nah, jika kita kesulitan menentukan kita harus menggunakan kabel (b) straight atau (c) crossover, maka gunakanlah bantuan kabel (a), dia akan mengotomatisasi penggunaan kabel yang benar yang sesuai dengan kebutuhan

6. Device–Specific Selection Box
Ini merupakan sub menu dari type device selection box, jadi setiap device pokok memiliki beberapa jenis device didalamnya. Kotak ini adalah tempat Anda memilih perangkat yang ingin Anda taruh di jaringan dan koneksi Anda.


Komputer

End Devices contohnya laptop, computer dan server
Nah gan, ini peralatan terakhir yang kita gunakan untuk menyambungkan sebuah jaringan computer. Pada point (a) Komputer, (b) Laptop, (c) Server nah, ketiga peralatan itu akan sering kita gunakan dalam praktek-praktek.


7.   User Created Packet Window 
Pada jendela ini merupakan tempat dimana kita dapat melihat hasil dari uji atau tes pengiriman paket “Add Simple PDU” apakan konfigurasi yang telah di jalankan sudah berhasil atau belum.

8.     Realtime/Simulation Bar
Pada menu ini kamu bisa beralih antara mode Realtime Mode dan Simulasi dengan tab pada panel ini. Bar ini juga menyediakan tombol untuk Power Cycle Devices dan Fast Forward Time serta tombol Play Control dan tombol Toggle List Daftar pada Mode Simulasi. Juga, ini berisi sebuah jam yang menampilkan Time relatif dalam mode Realtime Mode dan Simulasi

=========================================================================
RABU, 16 SEPTMEBER 2020

Pengertian Routing

Routing adalah proses pemilihan jalur terbaik yang digunakan untuk mengirimkan paket ke host tujuan atau host dan kemudian keputusan routing ini dibuat oleh hardware jaringan khusus yang disebut router yang meneruskan paket ke host tersebut. Routing juga dapat di artikan sebagai proses penggabungan beberapa jaringan agar dapat meneruskan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

- Fungsi Router

Mengacu pada penjelasan pengertian router di atas, fungsi utama dari setiap router adalah untuk menghubungkan 2 jaringan atau lebih agar dapat mendistribusikan paket data dari satu jaringan ke jaringan lainnya.

Secara lengkap, adapun beberapa fungsi router adalah sebagai berikut:

1. Router berfungsi untuk menghubungkan beberapa jaringan sehingga user dapat mengirimkan paket data dari suatu jaringan ke jaringan lainnya. Proses koneksi tersebut yaitu dengan mendistribusikan IP address kepada setiap komputer dalam jaringan, baik secara statis ataupun dengan DHCP (Dynamic Host Configuration Procotol).

2. Fungsi router berikutnya adalah untuk mentransmisikan informasi atau data dari suatu jaringan menuju jaringan yang lain dimana sistem kerjanya mirip seperti Bridge (jembatan jaringan).

3. Fungsi router yang lainnya adalah untuk menghubungkan suatu jaringan lokal dengan koneksi DSL (Digital subscriber line) atau yang lebih dikenal dengan DSL router.

Teknologi router saat ini sudah lebih canggih, dimana penggunaannya tidak hanya dengan menggunakan sambungan kabel LAN, tapi juga dengan teknologi wireless. Dengan begitu, maka sebuah router dapat terhubung pada semua perangkat komputer, laptop, dan gadget lainnya yang masih berada dalam jangkauan router tersebut.

- Berdasarkan Pengaplikasiannya

1. Router Aplikasi, yaitu suatu aplikasi yang dapat diinstal oleh user pada sistem operasi komputer sehingga sistem operasi komputer tersebut dapat bekerja layaknya router. Beberapa aplikasinya diantaranya;

  • Wingate
  • WinProxy
  • Winroute
  • Spygate

2. Router Hardware, yaitu hardware yang mempunyai kemampuan seperti router. Dengan kemampuan tersebut, hardware ini dapat digunakan untuk;

  • Membagi alamat IP (IP address)
  • Membagi jaringan internet di suatu wilayah, misalnya router sebagai acces point dan wilayah yang mendapat IP address dan koneksi internet disebut Hot Spot Area.

3. Router PC, yaitu suatu komputer dengan spesifikasi tinggi yang dimodifikasi sehingga dapat berfungsi sebagai router. Beberapa spesifikasi minimum yang harus ada pada komputer tersebut yaitu;

  • Prosessor Pentium II dengan hard drive 10 GB dan RAM 64.
  • Terdapat LAN Card.
  • Sistem operasi khusus router PC, Mikrotik.

- Berdasarkan Mekanismenya

1. Router Statis, yaitu router yang mampu untuk melakukan proses routing (penghalaan) dari suatu jaringan dimana prosesnya dilakukan secara manual oleh seorang administrator.

2. Router Dinamis, yaitu router yang dapat melakukan proses routing (penghalaan) dapat berjalan secara otomatis dan dinamis setelah melalui pengaturan oleh seorang administrator jaringan.

3. Router Wireless, yaitu router yang dapat bekerja tanpa menggunakan kabel karena hanya mengandalkan media udara untuk mengirimkan paket data.

=========================================================================

RABU, 14 OKTOBER 2020

 

Pengertian, Perbedaan Routing Static dan Routing Dynamic


1. Static routing (Routing Statis)
Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer. Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam forwarding table di setiap router yang berada di jaringan tersebut. Penggunaan routing statik dalam sebuah jaringan yang kecil tentu bukanlah suatu masalah, hanya beberapa entri yang perlu diisikan pada forwarding table di setiap router. Namun Anda tentu dapat membayangkan bagaimana jika harus melengkapi forwarding table di setiap router yang jumlahnya tidak sedikit dalam jaringan yang besar.

2. Dynamic Routing (Routing Dinamis)

Dynamic Routing (Router Dinamis) adalah sebuah router yang memiliki dan membuat tabel routing secara otomatis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan antara router lainnya. Protokol routing mengatur router-router sehingga dapat berkomunikasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi satu dengan yang lain dan saling memberikan informasi routing yang dapat mengubah isi forwarding table, tergantung keadaan jaringannya. Dengan cara ini, router-router mengetahui keadaan jaringan yang terakhir dan mampu meneruskan data ke arah yang benar. Dengan kata lain, routing dinamik adalah proses pengisian data routing di table routing secara otomatis.

Dynamic router mempelajari sendiri Rute yang terbaik yang akan ditempuhnya untuk meneruskan paket dari sebuah network ke network lainnya. Administrator tidak menentukan rute yang harus ditempuh oleh paket-paket tersebut. Administrator hanya menentukan bagaimana cara router mempelajari paket, dan kemudian router mempelajarinya sendiri. Rute pada dynamic routing berubah, sesuai dengan pelajaran yang didapatkan oleh router.

Pengisian dan pemeliharaan tabel routing tidak dilakukan secara manual oleh admin. Router saling bertukar informasi routing agar dapat mengetahui alamat tujuan dan menerima tabel routing. Pemeliharaan jalur dilakukan berdasarkan pada jarak terpendek antara device pengirim dan device tujuan.

Jenis - jenis Routing Dinamis (Dynamic Router)

  1. RIP (Routing Information Protocol)
  2. IGRP (Internal Gateway Routing Protokol)
  3. OSPF (Open Shortest Path First)
  4. EIGRP (Enhanced Internal Gateway Routing Protokol)
  5. BGP (Border Gateway Protokol) Info Lanjut BGP




=========================================================================

Rabu, 06- 01-2021

Materi Administrasi Infrastruktur Jaringan

  • Jenis - Jenis Perangkat Cisco
Silahkan di catat kedalam buku materi Administrasi Infrastruktur Jaringan